Story
Tahun ini dibuka dengan JANUARI
yang cukup bikin
frustasi karena kerjaan di lab gak kunjung selesai. Selain
ngelab, bulan ini saya ikut les bahasa korea gratis di UPT bahasa, bareng Ezzy. Selalu seneng kalau
main dan ngobrol sama Ezzy. Walaupun kadang bikin frustasi juga sih, haha. Tapi
berkat ngobrol sama Ezzy, saya jadi mengurungkan niat untuk melakukan suatu hal buruk. Selanjutnya, Singapura! Akhirnya naik
pesawat lagi setelah 16 tahun. Akhirnya pertama kali ke luar negeri. Akhirnya
paspor yang dibikin sejak 2 tahun lalu itu ada dipakai juga. Walaupun perginya dengan guilty pleasure yang
sungguh besar karena belom sidang.
Awal FEBRUARI akhirnya ngelabku se-le-sai. Skripsi pun
diselesaikan, dengan berbagai dramanya. Tanggal 9 berhasil seminar dengan
lika-liku yang ajaib. Tanggal 27 dinyatakan lulus dengan nilai sidang yang gak
terduga huhu senang dosenku baik-baik banget. MARET awal saya terlena. Revisi skripsi gak disentuh seminggu
lebih. Bulan ini ngerayain ulang
tahun Icus yang diwarnai mobil mogok, dan ulang tahun Lela
di Monas dan GI. Sisanya saya nyiapin wisuda. APRIL tanggal 1 resmi sarjana deh. Alhamdulillah,
bukan april mop. Wisudanya sesungguhnya rada fail karena rok saya gak bisa
dipake jalan :’( . Tanggal 4 Winner comeback dan lagunya hits!!! I’m so proud :’). Tanggal 13 bikin “bridal shower” untuk Intan.
Bulan MEI cukup senang karena saya pergi ke tiga kota berbeda. Pertama ke Ciamis
waktu nikahan Intan. Iyah sekarang aku punya sahabat yang udah ibu-ibu! :P Kedua,
ke Jogja aja sih haha. Ketiga, jalan-jalan sehari di Semarang :D Bulan JUNI highlightnya
bulan Ramadhan. Ramadhan tahun ini lumayan membaik dari tahun-tahun
sebelumnya. Hampir tiap hari tarawih ke masjid. Walaupun ibadah yang lain masih
minim juga. Buka puasa bareng hula-hula di Sukigao. Terus ke Istiqlal dan beli Halal Guys di Senayan City. Lebaran seperti biasa di Jogja,
lengkap bersama 7 persepupuan dan jalan-jalan malam 3 hari berturut-turut.
Berhubung abis dapet duit lebaran dari kakek, bulan JULI saya jajan mulu T_T Beli buku, sepatu, jam tangan, skincare,
sama makan banyak banget ya ampun. Terus baru nyadar sekarang ahahaha. Udah gitu
tanggal 22 ikut open trip ke Pulau Harapan. AGUSTUS jadi bulan fangirling deh
kayaknya, soalnya Winner comeback lagi. Terus
saya ikutan jadi panitia open house prodi. Akhir bulan
ngerayain ultah Intan di Eatboss Buah Batu.
Bulan SEPTEMBER hampir aja saya menginjakkan
kaki di Sumatera untuk pertama kalinya, tapi gagal. Rejekinya ternyata dapet free
trial di 20fit. Terus bikin SKCK. Tanggal 26 mulai les nyetir mobil. Tanggal 30 ngerayain
ultah Dadah di kedai ling-ling dan ke store
Innisfree di
PVJ.
OKTOBER sungguh bulan yang kosong. Cerita yang berharga
cuma bikin SIM A sama tes cpns dan tes kerja di sebuah BUMN. NOVEMBER dapat tiga panggilan tes kerja.
Dua di antaranya di Jakarta. Jadi ke Jakarta berdua sama mama, ngebolang naik kereta,
taksi online, angkot, transjakarta, dan bus primajasa. Ceritanya di another
post mungkin ya. Akhir bulan laptop rusak… DESEMBER
saya dapat pencerahan, sedikit. Highlightnya mungkin… tentang blogging. Saya
menemukan banyak sekali blog menarik dan itu membangkitkan semangat untuk nulis
lebih banyak. Saya belajar hal baru tentang blog. Ternyata banyaaaak banget yang
saya gak tahu tentang blogging. Dan ketertarikan saya terhadap dunia blog
ternyata belum pudar. Will update more details about this soon!
Review
Dari akhir tahun 2016 sampai saya akhirnya lulus sidang sarjana itu
emang otak saya blank banget. Mikirinnya cuma selesaiin skripsi sama sidang doang
udah. Soalnya dari pertengahan 2016 saya udah ancang-ancang untuk sidang Desember
atau awal Januari. Eh taunya sampai Januari belom selesai juga tuh TA. Jadi masuk
tahun 2017 bener-bener gak ada keinginan apa-apa. Gak ada resolusi apapun. Bahkan
membayangkan abis lulus mau ngapain aja gak berani. Yang penting lulus dulu.
Kalaupun waktu itu saya bikin resolusi buat tahun 2017, isinya gak akan
jauh-jauh dari lulus kuliah. Berarti, sepertinya saya bisa bilang capaian tahun
ini cukup baik ya karena ‘resolusi’ tercapai ya. Untuk kehidupan saya selepas
lulus kuliah, beda cerita lah. Saya akui keadaan saya sekarang ya akibat
hal-hal yang saya lakukan dan yang tidak saya lakukan.
I get what I was praying for. And I don’t get what I wasn’t praying for.
I get what I deserve. Life has been fair so far. Yang berat dari tahun ini
adalah, rasanya saya lagi diminta pertanggung jawaban atas kata-kata dan
pikiran saya. Saya dipaksa gak boleh plin-plan. Saya dipaksa mengenal diri saya
sendiri sebaik mungkin. Saya dipaksa memilih, dan komitmen sama pilihan itu. Sungguh,
buat saya ini berat. Alhasil saya bingung deh milih yang mana.
Mungkin untuk orang lain (atau saya sendiri di tahun-tahun sebelumnya),
cerita yang dialami dalam rentang setahun bisa dibuat seperti drama yang ada “ups
and downs”-nya. Tapi buat saya tahun ini, sungguhlah flat. Yang banyak
gelombangnya itu cuma di dalam pikiran. Gelombangnya belum sempat jadi nyata
karena saya gak
belum berani ambil keputusan.
Anyway, rasanya tahun ini cukup banget main. Saya sangat mensyukuri itu.
Tapi di sisi lain saya merasa lupa mikirin masa depan, hahaha. Sedih kalau
mengingat perasaan orang tua yang lihat anaknya kok gak ada kemajuan. Tahun depan
saya pengen lebih bersemangat menjalani hidup. Lebih berani mengambil
keputusan. Dan tentu saja pengen bikin orang tua saya senang. Apapun yang datang,
saya mau menjalaninya dengan ikhlas tanpa penyesalan. Semoga aja yang datang emang
baik-baik dan menyenangkan.
*
I’ve been in doubt for a long time and I still am. But then I look back
and realized that all I wanted is here. I am not lacking of anything. Maybe it's time to do what I always want to do. This might
be pretty obvious but I actually have to learn it the hard way. For everything
that hasn’t been around, they are simply not meant to me. For everything that
hasn’t come yet, it is simply not their time to come.
2017, thank you for everything.
Be First to Post Comment !
Post a Comment